Cari Informasi lainnya melalui pencarian berikut:

Lihat Info UKK SMK 2012 di sini

08 Maret 2012

Hasil Sementara UKA Sertifikasi Guru Tidak Memuaskan

. 08 Maret 2012
,Share,

Prosentasi Hasil UKA Guru 2012
Sambil menunggu pengumuman hasil Uji Kompetensi Awal UKA 2012 yang pada saat ini baru dalam proses pemindaian dan hampir 100%, telah dapat dilihat hasilnya seperti di tulis Kompas.com sebagai berikut.
Nilai rata-rata sementara hasil uji kompetensi awal (UKA) guru tidak memuaskan. Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. Ia menjelaskan, dari hasil pemindaian yang baru berjalan 82 persen, diperoleh nilai rata-rata guru SD hanya mencapai angka 35 dari 100 soal yang dikerjakan.
Ketahuan semua kualitas dan kompetensi kawan-kawan kita, guru SD rata-rata nilainya hanya 35, dan guru IPA/IPS rata-rata nilainya hanya 46
"Per hari ini, pemindaian nilai UKA baru mencapai 82 persen. Dari data yang ada sementara, saya semakin yakin tentang pentingnya UKA ini. Kenapa? Ketahuan semua kualitas dan kompetensi kawan-kawan kita, guru SD rata-rata nilainya hanya 35, dan guru IPA/IPS rata-rata nilainya hanya 46," ujar Nuh di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Kamis (8/3/2012) malam.
Oleh karena itu, lanjutnya, hasil sementara ini menciptakan kemungkinan kuota sertifikasi guru tahun 2012 sebanyak 250 ribu tidak akan terpenuhi.
"Ya tidak apa-apa jika tidak terpenuhi. Tidak boleh dipaksakan. Kalau memang ada sisa kuota, ya biarkan. Masa harus dipaksakan penuh? Padahal kualitas gurunya tidak sesuai," ujarnya.
Seperti diberitakan, beberapa waktu lalu ribuan guru honorer menuntut kejelasan status di depan Istana Negara, Jakarta. Mereka berharap pemerintah segera menepati janji untuk menaikkan status mereka menjadi guru PNS.
Menanggapi itu, pemerintah langsung memberikan sinyal cepat. Sertifikasi guru honorer akan diselesaikan dalam waktu cepat. Uji kompetensi awal pun telah digelar dua pekan lalu.
Sementara dari ukuran usia guru, mantan Menkominfo ini memaparkan bahwa guru usia tua tidak terbukti bernilai buruk. Pasalnya, berdasarkan data sementara ini ditunjukkan bahwa 82 persen dari jumlah guru usia antara 25 - 55 tahun dinyatakan lulus UKA.
"Justru guru yang yang usia di bawah 25 tahun yang sementara berjumlah 172 orang, 41 orangnya tidak lulus UKA. Dari data ini menunjukkan bahwa pihak yang menilai guru tua tidak mampu mengerjakan soal ujian itu salah. Mereka buktinya sebagian besar lulus UKA meskipun ini baru hasil sementara," tukasnya.
Bahkan, jika dipetakan berdasarkan jurusan sarjana masing-masing guru yang mengikuti UKA, ternyata guru-guru itu rata-rata tidak sebidang dengan mata pelajaran yang mereka ajarkan di sekolah. "Misalnya, sarjana pertanian mengajar matematika. Sarjana ekonomi mengajar Bahasa Indonesia. Ketahuan semua kan?" Serunya.
Dari 85% tersebut juga telah dapat diketahui Daerah mana yang mendapat nilai tertinggi atau nilai terendah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengatakan, dari hasil itu diketahui kualitas guru di semua daerah. Berdasarkan hasil sementara, sejumlah daerah di kawasan Indonesia Timur menunjukkan nilai yang sangat rendah. Daerah-daerah tersebut di antaranya Sumba Tengah, Papua, Morotai, Barito, Mentawai dan Maluku.
Sementara itu, papar Nuh, daerah-daerah yang memiliki nilai rata-rata UKA tertinggi didominasi daerah dari Pulau Jawa, yaitu Sukabumi, Pasuruan, Magelang, Surakarta, Rembang, dan Banyumas. Di luar itu, hanya Denpasar yang menurut Nuh memiliki nilai rata-rata tertinggi dari hasil sementara UKA.
Sedangkan untuk DKI Jakarta, kata Nuh, walau sebagai ibukota, tapi DKI Jakarta tidak masuk dalam urutan tertinggi hasil sementara UKA.
"DKI Jakarta tidak masuk di jajaran nilai rata-rata tertinggi. Ini baru hasil sementara. Nanti 18 Maret, saya akan beberkan semuanya. Biar semua tahu bagaimana nilai para guru kita ini. Saya rasa dua hari ke depan pemindaian hasil UKA sudah bisa mencapai 100 persen," kata Nuh, di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Kamis (8/3/2012) malam.
Sebelumnya, Nuh mengungkapkan, nilai rata-rata sementara hasil uji kompetensi awal (UKA) guru tidak memuaskan. Dari hasil pemindaian yang baru berjalan 82 persen, diperoleh nilai rata-rata guru SD hanya mencapai angka 35 dari 100 soal yang dikerjakan.
Oleh karena itu, lanjutnya, hasil sementara ini menciptakan kemungkinan kuota sertifikasi guru tahun 2012 sebanyak 250 ribu tidak akan terpenuhi.
sumber : edukasi.kompas.com


Bookmark and Share

Artikel Terkait Lainnya:




7 komentar:

Anonim mengatakan...

Mohon pak menteri bikalsana untuk kami guru sd yang sudah berusaha, toh kami yakin profesi bukan hanya dilihat dari hasil uka yang hanya segitu aja , kami juga sudah mengabdi sekian puluh tahun untuk memejukan masyarakat, dan bangsa , jangan menambah iri kami terhadap aturan sertifikasi yang terdahulu, mereka begitu mudah.

Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan mengatakan...

Kalau hanya berpatokan hasil UKA, rasanya nggak ada pejabat sekarang yang dididik oleh guru guru sd. Langsunga jadi penguasa atau pejabat tanpa mengenyam pendidikan di sd. Kacang lupa dengan kulitnya tuh

Cah Ndeso mengatakan...

Mohon yang sudah dapat sertifikat juga dijui kompetensinya

bambang mengatakan...

setuju dengan cah ndeso, yg telah dpt sertifikasi tolong dong pemetaan kembali kemampuannya, jangan2 lbh parah dr yg ikut UKA skrng

Anonim mengatakan...

SAya setuju juga, maka sebaiknya guru2 yang sudah sertifikasi dievaluasi dengan memberikan tes seperti UKA dengan pengawasan yang ketat (dilarang contek-contekkan...) secara berkala. Jangan hanya melakukan observasi yang lebih bersifat subjektif saja.

DUNIA PENDIDIKAN mengatakan...

jangan mengatakan hasil uka menunjukan kompetensi guru ketahuan ... krn itu cuman teori belum tentu praktek benar...yg pentng moral guru yg tulus dan ihlas mengabdi dgan setia....sertiksi hanya tujuan duit sja....banyak teman2 guru yg sdh dpt sertifikat malah mls ngjar tdk lbih baik dr yg blum dpt sertifikt bisa d cek d lapangan...kalau mereka d uka yakin sama juga hsilnya....uka bukan patokan mati...gagal uka banyak fktor penyebabnya....jgan katakan tdk ada komptensi....megabdi sdh lama kok ...tak berkoptensi...mana...

Anonim mengatakan...

sy stuju dg smua pndapat bliau2 diatas,yg mnjadi ptnyaan n pnyataan dlm hati sy adl.."diperlakukan shina itu kah profesi mulia seorang guru?..shingga tuk mdapatkan tambahan 'ongkos mngajar' hrs dipersulit,pntas saja indonesia kualat!"(..krn tdk bs mhargai para pmbuat pondasi masa depan bangsa(guru2)

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

Pasang Banner Anda Di Sini

 
Hanya Kutipan is powered by Blogger.com