"Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1438 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin"

Manajemen Paket menggunakan RedHat Packet Manager


Dudy Rudianto

dudy@batam.com

Salah satu yang menjadi pertanyaan seorang pemula Linux adalah bagaimana saya menginstal program baru ke dalam komputer Linux saya?, bagaimana saya menghapus program bahkan bagaimana saya dapat mengupgrade program saya dengan versi yang lebih baru. Tips berikut akan menjelaskan bagaimana menggunakan RedHat Packet Manager, sebuah program manajemen paket yang dibuat oleh RedHat. Pada awalnya, penulis beranggapan bahwa menggunakan rpm tidak semudah menggunakan Add/Remove Program yang ada di windows. Belakangan anggapan tersebut ternyata salah, mengingat kelengkapan tool yang disediakan oleh rpm benar-benar menunjukkan bagaimana seharus perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan manajemen paket. Pada tingkat lanjutan, seseorang dapat melakukan kustomisasi lebih mendalam dengan membuat sendiri distribusi paket menggunakan rpm.

Tentang rpm

RedHat Packet Manager, selanjutnya disebut dengan rpm, adalah alat bantu untuk melakukan berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan pengelolaan sebuah paket dalam sistem Linux. rpm sendiri sekarang menjadi sebuah standar secara de facto yang digunakan oleh berbagai pengembang perangkat lunak untuk mendistribusikan sebuah perangkat lunak. rpm banyak digunakan oleh berbagai distribusi besat saat ini, tak kurang seperti RedHat, Mandrake, SuSE, dan OpenLinux. Bahkan slackware yang terkenal karena nuansa UNIX-like-nya, dengan sedikit penyesuaian dapat menggunakan rpm untuk manajemen paket.

Sebenarnya apa yang membedakan jika sebuah paket tidak menggunakan paket manajemen seperti rpm. Jawabannya cukup mudah, sebuah program pada dasarnya terdiri atas beberapa file agar dapat dijalankan. File-file tersebut harus diletakkan secara terpisah. Misalkan anda menginstal sebuah program pada direktori /usr/local/program, file binari dari program tersebut harus diletakkan pada /sbin, manual page dari program harus diletakkan secara terpisah, termasuk jika ada fungsi-fungsi pustaka yang haris dikaitkan dengan fungsi pustaka lainnya. Kalau memasang sebuah progam demikian rumitnya, bagaimana jika harus menghapus program tersebut. Tentu dari sini dapat disimpulkan, rpm digunakan untuk memudahkan pekerjaan administrasi paket, termasuk menginstal, menghapus, upgrade, atau menampilkan informasi tentang paket.

Pada dasarnya rpm merupakan program instalasi untuk paket-paket linux yang sudah dalam format rpm (*.rpm). Akan tetapi fungsi dari rpm tidak hanya itu, anda mungkin pernah mengetahui bahwa setiap paket software memiliki mekanisme sendiri bagaimana sebuah paket akan terpasang dan dijalankan di dalam sistem. rpm menyediakan mekanisme instalasi yang seragam untuk semua paket yang memiliki format rpm. rpm juga menyediakan semua informasi tentang paket yang terinstall dengan menggunakan sebuah database paket.

Beberapa hal yang harus anda pastikan sebelum menginstal sebuah paket adalah sebagai berikut :

1.Pastikan isi dari paket yang akan anda install termasuk berapa jumlah space yang dibutuhkan, dan di mana akan diletakkan.

2.Pastikan apakah anda memilik library yang dibutuhkan atau file lainnya agar software yang anda install bisa dijalankan.

3.Pastikan bahwa paket yang anda instal tidak akan konflik dengan paket yang lain atau dengan paket yang sama akan tetapi versi yang berbeda atau versi yang lebih lama.

4.Pastikan bahwa paket yang akan anda install berasal dari sumber yang bisa dipercaya, paket tersebut tidak akan merusak dan sebagainya.

Apakah Paket itu ?

Paket adalah file khusus yang terdiri dari file dan direktori yang merupakan bagian dari sebuah software atau komponen sistem. Dalam linux dikenal dua jenis paket, yaitu binary dan source. Paket binary terdiri atas komponen software yang siap untuk diinstall sesuai dengan arsitektur komputer yang digunakan dan juga siap untuk digunakan. Source paket merupakan source code yang digunakan dengan cara membuat sendiri binari paket yang dibutuhkan, paket jenis ini menyediakan semua yang anda butuhkan untuk dapat di modifikasi dan anda harus mengkompile source code tersebut.

Sebuah paket binary memiliki aturan penamaan seperti berikut ini :

ed-0.2-5.i386.rpm

Bagian pertama dari nama diatas menunjukkan nama paket, setelah itu adalah nomor versi dalam hal ini 0.2. Nomor versi ini menunjukkan versi dari paket tersebut, kemudian diikuti dengan nomor rilis dalam hal ini adalah 5. Apa perbedaan yang mendasar antara nomor rilis dan nomor versi?, nomor vesi menunjukkan status dari pada software itu sendiri, di mana hal ini menunjukkan status paket yang dibuat oleh penciptanya, bukan mengacu kepada siapa yang membuatnya menjadi satu paket. Sedangkan nomor rilis menunjukkan siapa yang membuatnya menjadi satu paket, jadi sebuah paket bisa saja memiliki nomor rilis yang berlainan bergantung kepada siapa yang membuatnya menjadi sebuah paket, akan tetapi bisa saja nomor versinya tetap sama.

Setelah nomor rilis, string berikutnya menunjukkan arsitektur mesin dari paket. Kebanyakan paket berisikan software yang sudah dikompilasi dengan menggunakan prosesor tertentu atau mesin tertentu. Sebagai contoh, jika sebuah program dikompile pada mesin intel x86 dan kompatibelnya biasanya paket tersebut dimasukkan kedalam string i386. Atau ia memiliki spesifikasi mesin tersendiri, misalnya Pentium atau Pentium II, maka ia akan dimasukkan kedalam string i586 atau i686.

Dalam beberapa kasus, isi dari suatu paket tidak bergantung sama sekali dengan arsitektur mesin yang digunakan. Untuk jenis paket tersebut biasanya dimasukkan kedalam paket dengan string noarch. Selengkapanya bisa dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1. Arsitektur Mesin Pada sebuah Paket

String

Prosesor

noarch

Semua jenis prosesor

i386, i586, i686

Prosesor keluarga pentium dan kompatibel

alpha

DEC Alpha

sparc

Sun Sparc

mips

MIPS

ppc

PowerPC

m68k

Keluarga motorola 68000

Sebuah paket binary, biasanya berisikan hal-hal sebagai berikut :

1.Nama dan penjelasan dari software.

2.Informasi tentang versi software.

3.Informasi tentang penyedia paket rpm tersebut.

4.URL dari penyedia paket tersebut.

5.Informasi tentang lisensi.

6.Klasifikasi produk tersebut.

7.Informasi untuk sistem operasi dan mesin yang digunakan.

8.Informasi file dan direktori untuk setiap paket.

Memulai Redhat Package Manager

rpm memiliki enam mode operasi, yaitu install, uninstal, update, query, verifikasi, dan building.

Format dari perintah rpm seperti berikut ini :

rpm [option] nama paket

Option adalah argumen yang diberikan pada perintah rpm untuk memberikan efek perintah tertentu, sedangkan nama paket adalah paket yang akan digunakan. Tabel berikut ini memperlihatkan opsi pada perintah rpm.

opsi

Sub-opsi

Arti dari opsi

-q

Query

-I

Menampilkan informasi detail dari paket.

-l

Menampilkan semua file

-d

Hanya menampilkan file-file dokumentasi

-c

Hanya menampilkan file-file konfigurasi

-f

Mencari paket yang mana yang dimiliki oleh sebuah file

-p

Operasi didalam sebuah file paket

--script

Menampilkan script install dan uninstall

-i

Install

-e

Uninstall (menghapus paket)

-U

Upgrade atau menginstall paket yang belum ada pada sistem

-F

Freshen (Ugrade paket jika sebelumnya sudah ada paket yang terinstall)

-V

Verifikasi paket yang terinstall

-b

Membangun sebuah paket

Anda dapat menemukan file-file paket pada cdrom anda di direktori /mnt/cdrom/Redhat/rpmS/. Untuk mengetahui informasi yang ada pada paket, anda dapat menggunakan rpm dengan tambahan option -qpi, seperti berikut ini :

$ rpm -qpi ed-0.2-17.i386.rpm

Name : ed Relocations: (not relocateable)

Version : 0.2 Vendor: Red Hat, Inc.

Release : 17 Build Date: Wed 12 Jul 2000 07:00:24 PM JAVT

Install date: (not installed) Build Host: porky.devel.redhat.com

Group : Applications/Text Source rpm: ed-0.2-17.src.rpm

Size : 99563 License: GPL

Packager : Red Hat, Inc. <http://bugzilla.redhat.com/bugzilla>

Summary : The GNU line editor.

Description :

Ed is a line-oriented text editor, used to create, display, and modify

text files (both interactively and via shell scripts). For most

purposes, ed has been replaced in normal usage by full-screen editors

(emacs and vi, for example).

Ed was the original UNIX editor, and may be used by some programs. In

general, however, you probably don't need to install it and you probably

won't use it.

$

Keluaran diatas, menunjukkan informasi mengenai paket ed, termasuk informasi mengenai kegunaan software tersebut. Untuk dapat melihat listing dari program diatas, ketikkan perintah seperti berikut :

# rpm -qpl ed-0.2-17.i386.rpm

/bin/ed

/bin/red

/usr/share/doc/ed-0.2

/usr/share/doc/ed-0.2/NEWS

/usr/share/doc/ed-0.2/POSIX

/usr/share/doc/ed-0.2/README

/usr/share/doc/ed-0.2/THANKS

/usr/share/info/ed.info.gz

/usr/share/man/man1/ed.1.gz

/usr/share/man/man1/red.1.gz

Install Paket

Untuk menginstall sebuah paket, anda dapat menggunakan rpm dengan menambahkan option -i dan nama paket yang akan anda install. Contoh penggunaan perintah tersebut seperti dibawah ini :

# rpm -i ed-0.2-17.i386.rpm

Jika anda menghendaki untuk dapat melihat proses instalasi, tambahkan option -vh seperti berikut ini :

# rpm -ivh ed-0.2-17.i386.rpm

Jika paket yang akan anda install ternyata sudah terpasang pada sistem anda, maka akan terlihat seperti berikut :

# rpm -ivh ed-1.0-1.i386.rpm

ed package ed-1.0-1 is already installed

error: ed-1.0-1.i386.rpm cannot be installed

Uninstall

Uninstall adalah proses untuk menghapus sebuah paket dari sistem. Untuk melakukan uninstall, anda tidak harus mengetikkan nama paket selengkap nama paket pada waktu melakukan instalasi.

Contoh penggunaan perintah diatas adalah :

# rpm -e ed

Biasanya proses uninstall terdapat masalah yang sering dikenal dengan isitilah error dependecies, ini berarti paket tersebut tidak dapat di hilangkan dari sistem dikarenakan memiliki ketergantungan dengan paket lainnya. Ketergantungan ini dikarenakan dalam Linux, tiap paket atau program sama-sama saling berbagi file yang dibutuhkan satu sama lain.

Jika ini terjadi maka sistem akan menampilkan pesan seperti berikut ini :

# rpm -e ed

error: removing these packages would break dependencies:

ed is needed by tetex-1.0.7-11mdk

Anda dapat tetap dapat meng-unistall paket tersebut dengan cara mengabaikan problem ketergantungan antar paket dengan menambahkan option -nodeps, akan tetapi anda sama sekali tidak disarankan untuk menggunakannya karena akan menyebabkan sistem menjadi tidak stabil

Upgrade Paket

Upgrade paket diperlukan untuk menaikkan versi dari paket sebelumnya. Hal ini memberikan beberapa keuntungan seperti adanya perbaikan bug, penambahan fitur baru, dan juga unjuk kerja yang mungkin lebih baik. Untuk melakukan upgrade anda tinggal menambahkan option -U seperti berikut ini :

# rpm -Uvh ed-1.0-1.i386.rpm

Pada saat proses upgrade dilakukan, rpm akan menyimpan file anda yang lama , misalnya /etc/ed.conf menjadi /etc/ed.conf.rpmsave. Hal ini dilakukan untuk menjaga kalau-kalau versi terbaru yang baru saja anda install ternyata tidak kompatibel dengan versi yang lama.

Query

Digunakan untuk menampilkan database paket yang telah terinstall kedalam sistem. Untuk dapat melakukan query databasse paket, anda dapat menggunakan option -q. Perintah ini akan menampilkan nama paket, versi dan nomor rilis dari paket yang terinstall. Contoh penggunaannya adalah :

# rpm -q smpeg

smpeg-0.4.0-10mdk

Record pada rpm

rpm menyediakan sebuah record untuk setiap paket yang terintall. Record ini biasanya berada pada database rpm. Record ini sewaktu-waktu dapat di rebuild kembali untuk memastikan bahwa rpm memuat informasi terbaru pada paket-paket yang terinstal ke dalam sistem. Untuk memperbaharui record, gunakan perintah rpm dengan opsi -rebuilddb seperti pada contoh berikut.

#rpm -rebuilddb

Menggunakan Gnome rpm

Gnome rpm merupakan salah satu utilitas untuk manajemen paket yang berjalan pada modus grafis. Meskipun Gnome rpm merupakan paket bawaan dari Gnome, akan tetapi dapat dijalankan pada Window Manager lainnya seperti KDE, iceWM, dan lainnya.

Anda dapat menggunakan Gnome-rpm dengan memanggil pada konsol dengan mengetikkan gnorpm. Gambar berikut merupakan tampilan dari Gnome-rpm :

Menggunakan Gnome-rpm bagi sementara pengguna akan lebih memudahkan ketimbang harus memakai perintah berbasis. Dengan melihat panel-panel yang ada pada tampilan grafis Gnome-rpm, anda akan mengerti cara menggunakan gnome-rpm, seperti menginstall, upgrade, uninstall dan lain sebagainya. Pada gambar bisa dilihat adanya icon verivy yang digunakan untuk memastikan bahwa sebuah paket tidak rusak atau dalam keadan korup.

Menginstal Paket menggunakan gnorpm

Untuk menginstal paket dengan gnorpm, pilih icon install. Setelah itu akan muncul window baru yang berisikan berbagai tool yang digunakan untuk melakukan proses instalasi paket.

Anda bisa memilih paket program apa saja yang akan di install, dengan menekan tombol add. Pada bagian bawah dari window, terdapat beberapa icon yang dapat digunakan untuk melakukan query, upgrade, dan checksign. Query digunakan untuk melihat informasi tentang paket, termasuk deskripsi paket, lokasi tempat meletakkan paket dan sebagainya.

Untuk menghapus sebuah paket, anda tinggal memilih paket apa yang akan dihapus dan tekan icon Uninstall.

Query pada Paket

Untuk melakukan Query pada paket, pilih salah satu paket, kemudian tekan tombol query. Setelah tombol query ditekan, pada window terlihat beberapa informasi yang berhubungan dengan paket. Diantaranya adalah informasi tentang paket, termasuk deskripsi paket, pembuat, vendor yang mendistribusikan dan sebagainya. Pada bagian bawah terlihat informasi direktori untuk meletakkan file-file yang berhubungan dengan paket terinstal.

Menggunakan webfind

Salah satu fitur yang menarik dari gnorpm adalah adanya fasilitas yang disebut dengan webfind. Fasilitas ini memungkinkan seseorang yang terhubung langsung ke internet dapat langsung mencari file-fle dengan ekstensi rpm serta melakukan query terhadap paket. Fasilitas ini juga dapat digunakan untuk mendowload paket yang dibutuhkan. Untuk mengaktifkan fasilitas ini, tekan pada icon webfind.

Selain terdapat fasilitas untuk melakukan download, rpmfind juga memiliki fasilitas untuk melakukan instalasi langsung via jaringan internet. Untuk melakukan instalasi, setelah menemukan paket dengan menggunakan rpmfind, tekan tombol install. Dalam hal ini kecepatan instalasi sangat bergantung pada kecepatan koneksi yang anda miliki.


Berlangganan info dari kami silahkan masukan email anda:

2 Responses to "Manajemen Paket menggunakan RedHat Packet Manager"

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. paket yang harus diistal untuk konfigurasi jaringan pada redhat 4 apa aja se. . . . . ? ? ?

    BalasHapus