31 Oktober 2010

Keunggulan Teknologi LED pada Monitor

Perkembangan Monitor memang saat ini sudah masuk ke tahap ramah lingkungan,bukan hanya Monitor,mungkin untuk kedepannya semua perangkat teknologi akan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan,karena saatnya sekarang memasuki era serba hijau.

Saat ini kita lebih mengenal LCD (Liquid Crystal Display),monitor tipis yang lebih efisien dari CRT (Cathode-Ray Tube),baik dilihat dari segi bentuknya,juga dilihat dari daya tahan dan konsumsi listriknya.Namun Monitor LCD dan CRT ini sudah di gantikan oleh teknologi LED (Light Emitting Diode),yang di sinyalir memiliki banyak keunggulan daripada teknologi para pendahulunya,dan pastinya lebih ramah lingkungan.

Tahukah anda bahwa monitor liquid crystal display (LCD) sebenarnya tidak ramah lingkungan? Sebab, ketika layarnya dinyalakan dengan menggunakan tabung-tabung fluorescent (biasanya ada empat), terbentuklah uap merkuri (air raksa) bertekanan rendah. Nah, merkuri (Hg) ini adalah produk yang berbahaya, yang jika dibuang begitu saja akan mencemari lingkungan. O ya, tabung-tabung fluorescent/neon itu namanya Cold Cathode Fluorescent Lamp (CCFL).

Di era serba hijau sekarang, CCFL yang ada di monitor LCD ini perlahan tapi pasti mulai digantikan oleh light emitting diode (LED). “Pakai teknologi dioda sehingga bisa menggantikan neon CCFL yang dipakai di LCD. Lebih terang daripada LCD dan lebih fokus,” ujar Bun Kim San, Business Manager PT Mega Komputindo Lestari, saat meluncurkan monitor LCD berteknologi LED AOC V22+ Verfino di Jakarta, Selasa (12/1/2010).(Kompas.com/adminMSI)

Beberapa produsen perangkat komputer yang sudah menggunakan teknologi ini diantaranya adalah Philips, Samsung, LG, dan Benq. Tentunya seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, produsen-produsen perangkat komputer merek lainnya khususnya monitor akan segera menyusul pula. Untuk pasar Indonesia, Benq merupakan salah satu produk yang memperkenalkan penggunaan LED monitor pertama kali. Produk-produk monitor dengan menggunakan teknologi LED ini baru muncul untuk produk di kelas monitor berukuran 19inc keatas, sementara ini belum ada merek tertentu yang menggunakan teknologi LED dikelas 15inc ataupun 16inc. Produsen monitor terkenal lainnya yang segera memasarkan monitor dengan teknologi LED adalah Philips, tak lama lagi produk-produk dengan teknologi LED juga akan di kembangkan oleh Produsen-produsen lain.(Radar Jogja,27/05/2010)

Kunggulan-keunggulan LED Monitor :

Kemampuan menghasilkan detail gambar yang lebih halus dan lebih sempurna dibandingkan dengan LCD monitor. Selama ini LCD monitor banyak dikeluhkan oleh pengguna komputer yang bekerja sebagai desainer grafis, yaitu kemampuan gambar yang dihasilkan oleh LCD tidak sehalus gambar yang dihasilkan oleh CRT monitor. Karena menggunakan LED, dipastikan tidak menghasilkan flicker (kedip) lebih sering (diistilahkan sebagai “flicker free”).Pencahayaan yang dihasilkan oleh LED lebih stabil dibandingan dengan LCD, sehingga kestabilan cahaya dan warna, serta ketajamannya bisa terjaga selama monitor digunakan.Konsumsi energi yang digunakan lebih sedikit (40 % lebih hemat) dibandingkan dengan LCD monitor yang masih menggunakan lampu fluorescent sebagai pemancar cahaya.

Nah hal inilah yang diperbaiki oleh LED monitor, sehingga nantinya seorang desainer grafis bisa memilih LED monitor sebagai media kerjanya.Umur lampu LED lebih lama atau mempunyai masa pakai yang lebih lama dibandingkan LCD monitor.LED monitor dibandingkan dengan LCD monitor akan mempunyai berat yang lebih ringan, disamping itu ketebalannya akan lebih tipis juga.Kedalaman warna yang lebih tinggi dibandingkan LCD monitor sampai hampir mendekati warna aslinya.Kontras Rasio yang cukup tinggi perbandingannya dibandingkan dengan LCD monitor, misalnya sampai dengan 1.000.000 : 1.Tidak menggunakan bahan–bahan yang berbahaya bagi lingkungan, salah satunya tidak lagi menggunakan bahan elektronik yang mengandung mercury.

Marilah kita dukung era serba hijau,yaitu era dimana semua bahan-bahan yang digunakan dalam penerapan teknologi dan lainnya merupakan bahan-bahan yang ramah lingkungan..GO Green..
sumber
http://media.kompasiana.com/group/new-media/2010/05/27/mengenal-teknologi-led-monitor/

25 Oktober 2010

Mengaktifkan USB pada VirtualBox di Ubuntu 10.04

Sudah pakai linux tetapi masih ada saja program aplikasi yang harus pakai ms. windows...hemmm jadi harus masih istall lagi nih.. si windows...
VirtualBox jadi solusi untuk install si windows di linux. Untuk installnya di Ubuntu dapat anda lihat disini.
Tetapi setelah diinstal si windows di Virtual Box jadi masalah dengan pembacaan USB khususnya mas flashdisk gak bisa terbaca dengan mudah... tetapi setelah tanya sana sini akhirnya bisa juga, berikut liputannya :

Pertama anda masuk ke super user dengan sudo su nya si Ubuntu.
Masuk ke /etc/udev/rules.d
Edit file  vboxdrv.rules dengan editor text yang anda suka, yang isi aslinya sbb;

KERNEL=="vboxdrv", NAME="vboxdrv", OWNER="root", GROUP="root", MODE="0600"
SUBSYSTEM=="usb_device", GROUP="vboxusers", MODE="0664"
SUBSYSTEM=="usb", ENV{DEVTYPE}=="usb_device", GROUP="vboxusers", MODE="0664"

Menjadi seperti ini ;

KERNEL=="vboxdrv", NAME="vboxdrv", OWNER="root", GROUP="root", MODE="0600"
SUBSYSTEM=="usb_device", GROUP="dialout", MODE="0666"
SUBSYSTEM=="usb", ENV{DEVTYPE}=="usb_device", GROUP="dialout", MODE="0666"

Seelah itu restart virtual box anda dan masukan flashdisk di komputer anda.
pilih device usb yang akan anda aktifkan....
sekarang flasj dish anda telah terbaca oleh VirtualBox.....
semoga bermanfaat....

Ponsel GSM, Apa maksudnya?

GSM, Global System for Mobile adalah salah satu teknologi telekomunikasi seluler yang sudah sangat mapan khususnya di Indonesia. Pelanggan GSM sudah tersebar hingga ke pelosok desa terutama pelanggan salah satu operator GSM terbesar yang telah membangun BTS hingga ke pelosok desa di seluruh tanah air.

GSM di Indonesia berjalan di dua frekuensi yaitu 900 MHz dan 1800 MHz. Sebenarnya ada satu frekuensi lagi yaitu frekuensi 1900 MHz,
namun di Indonesia justru digunakan untuk menggelar jaringan CDMA kecuali salah satu operator baru GSM yang memakai frekuensi 1900 MHz. Operator baru itu adalah Hutchison dengan nama pasaran Three ( 3 ), yang menjalankan teknologi 3G di samping teknologi GSM.

Di frekuensi 900 MHz, GSM memiliki 140 slot kanal frekuensi pembawa dengan rentang nilai frekuensi:

uplink : 890 MHz – 915 MHz
downlink : 935 MHz – 960 MHz
Nilai rentang frekuensi untuk tiap slotnya adalah sebesar 200 kHz. Karena penggunaan frekuensi ini tidak akan mampu memenuhi tuntutan pelanggan, mengingat pertumbuhan jumlah pelanggan yang sangat pesat, maka digunakan mekanisme frekuensi re-use. Mekanisme ini akan mengulang penggunaan frekuensi yang sama di suatu BTS yang memiliki jarak aman tertentu. Seorang Optimization Engineer suatu operator akan bertanggung jawab untuk mendesain jaringannya dan penggunaan frekuensi bersama agar diperoleh desain jaringan yang paling optimal.

Untuk meningkatkan kapasitas kanal GSM, maka digunakan frekuensi selain 900 MHz, yaitu frekuensi 1800 MHz. Penggunaan frekuensi ini akan meningkatkan kemampuan untuk melayani pelanggan GSM tetapi memiliki sisi negatif karena daerah cakupan suatu BTS akan menjadi semakin sempit. Hal ini dikarenakan oleh pengaruh penggunaan frekuensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan frekuensi 900 MHz tadi. GSM di frekuensi 1800 MHz biasa dikenal sebagai DCS (Digital Celluler System) 1800.

Pada DCS 1800, ada 374 kanal frekuensi pembawa yang bisa digunakan untuk melayani pelanggan GSM. Kanal-kanal itu dibagi menjadi:

uplink : 1720 MHz – 1785 MHz
downlink : 1805 MHz – 1880 MHz
DCS 1800 biasa diterapkan di daerah perkotaan di mana diperlukan kapasitas pelayanan yang sangat besar karena jumlah pelanggan yang relatif banyak. Berikutnya untuk melayani pelanggan dengan jumlah yang lebih besar lagi, maka digunakan frekuensi yang lebih besar yaitu frekuensi 1900 dan dikenal dengan PCS (Personal Communication System) 1900. PCS 1900 akan memiliki coverage area yang lebih sempit tetapi dengan kapasitas yang lebih besar untuk melayani pelanggan jika dibandingkan dengan kapasitas sel DCS 1800 maupun GSM 900.

Eksistensi teknologi ini di Indonesia semakin nyata karena ketangguhan dan juga dukungan jaringan yang sudah sangat merata, jika dibandingkan dengan teknologi baru CDMA. Dengan demikian akan memerlukan strategi jitu dan waktu yang relatif lama untuk bisa mengalahkan pangsa pasar GSM. Walaupun dari sisi harga jelas GSM kalah bersaing. Dari sisi biaya instalasi perangkat baru juga GSM memang memerlukan biaya ekstra.

Kita lihat saja ke depan, apakah persaingan kedua layanan ini akan semakin seru. Mengingat pangsa pasar yang masih menggairahkan dan belum mencapai titik jenuh.

sumber

http://riyantoro.wordpress.com/

Entri Populer